![]() |
| doc. kominfo |
Acara ini mengangkat tema "Organisasi Mahasiswa di Persimpangan Jalan: Antara Kehilangan Diskursus dan Pudarnya Minat Berorganisasi", yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Jajaran Dosen FTIK, serta seluruh anggota ORMAWA FTIK yang meliputi Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Memasuki prosesi pembaiatan, Prof. Dr. Fatah Syukur M.Ag selaku Dekan FTIK telah mengukuhkan dan mengesahkan seluruh pengurus ORMAWA FTIK dengan pembacaan ikrar dan kesiapan dalam menjalankan amanah.
Ketua DEMA FTIK, Gilang Dzaky Mubarak menyampaikan telah terjadi pergeseran paradigma organisasi yang dipahami sebatas pengembangan kemampuan, Ia mengajak seluruh ORMAWA FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang bereorentasi sebagai Fakultas Pendidikan.
"Organisasi mahasiswa saat ini telah terjadi pergeseran paradigma, kini berorganisasi hanya dipahami sebatas pengembangan kemampuan belaka. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Ormawa FTIK untuk kembalikan marwah Fakultas Tarbiyah yang beriorentasi sebagai fakultas pendidikan, intelektualitas, dan nilai-nilai keilmuan," ungkapnya.
Ketua SEMA FTIK, Alauddin Nabil An-Nabhan menyampaikan tantangan organisasi mahasiswa saat ini bukan hanya program kerja, tetapi keberanian menjaga nilai, jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, serta berani bertindak kepada mahasiswa meski tidak membuat kita nyaman.
"Tantangan organisasi mahasiswa kali ini bukan hanya perihal program kerja, akan tetapi keberanian menjaga nilai, berani jujur saat salah, berani terbuka saat dikritik, dan berani bertindak sesuai hukum kepada mahasiswa meski itu tidak selalu membuat kita nyaman" ucapnya.
Selanjutnya Dekan FTIK, Prof. Dr. Fatah Syukur, M.Ag telah mengutip hadist Nabi untuk menekankan pentingnya bagi seluruh ORMAWA yang telah dilantik senantiasa belajar kepemimpinan hingga manajemen waktu yang baik.
“Kehidupan ini, kata Rasulullah, ÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ رَاعٍ ÙˆَÙƒُÙ„ُّÙƒُÙ…ْ Ù…َسْئُولٌ عَÙ†ْ رَعِÙŠَّتِÙ‡ِ. Kalian semua ini adalah pemimpin di level masing-masing, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban. Kata kunci seorang pemimpin adalah ketika dia bisa memengaruhi orang lain dalam hal kebaikan," jelasnya.
Beliau juga menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
“Kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa tidak hanya diukur dari jabatan, namun dari kemampuan mengelola diri, mengambil keputusan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar," tuturnya.
Di akhir sambutan, beliau menyampaikan pesan tentang pentingnya ideologi dan akidah sebagai fondasi utama bagi seorang aktivis.
“ Menjadi teladan ideologi dan akidah, aktivis tidak hanya pintar ngomong, aktivis jangan hanya pintar action, tetapi juga perhatikan shalatnya," pungkasnya.
Kemudian acara ditutup dengan pembacaan doa.
Penulis: Tiara Okta Fitriani(Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)









