15fUkKsZVT9yDgBv50vtln5Ad8Y63wPOAJoCaduz

Kirimkan karya

Kirim

HMJ PAI UIN WALISONGO

Labels

Organisasi dan Prestasi Akademik Berjalan Selaras, Nazih Sadatul Kahfi Raih Wisudawan Terbaik S2 FTIK

doc. kominfo



Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Nazih Sadatul Kahfi, mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Program Magister (S-2) pada prosesi wisuda yang berlangsung Sabtu, 7 Februari 2026.

Nazih menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesungguhan. Ia menegaskan bahwa sejak awal perkuliahan tidak pernah menjadikan predikat wisudawan terbaik sebagai target utama, melainkan fokus pada proses belajar yang optimal.

“Saat pertama kali mendengar pengumuman sebagai wisudawan terbaik, saya menyambutnya dengan sujud syukur. Perasaan saya campur aduk antara terkejut, bahagia, dan haru. Pencapaian ini merupakan buah dari komitmen dan kesungguhan dalam menjalani seluruh proses perkuliahan,” ungkapnya.

Orang pertama yang ia kabari atas capaian tersebut adalah istri dan orang tua. Menurut Nazih, dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya. Ia menyebut do'a dan dorongan moral dari keluarga sebagai penguat utama dalam menghadapi berbagai tantangan perkuliahan.

Bagi Nazih, gelar Wisudawan Terbaik tidak dimaknai sekadar sebagai capaian angka akademik. Predikat tersebut dipandang sebagai bukti atas dedikasi, kerja keras, serta proses panjang yang dijalani dengan penuh tanggung jawab.

Dalam bidang akademik, Nazih menyelesaikan tesis berjudul “Pengembangan Video Animasi 3D dengan Plotagon Story untuk Meningkatkan Keterlibatan Siswa dalam Pembelajaran PAI-BP di SMP.” Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Media pembelajaran yang inovatif diperlukan agar siswa lebih terlibat aktif, tanpa mengesampingkan nilai-nilai keislaman,”  jelasnya.

Dalam menjalani perkuliahan, Nazih menerapkan manajemen waktu yang teratur dan berorientasi pada proses. Ia mengaku lebih memilih belajar secara konsisten, meskipun pada situasi tertentu harus berhadapan dengan tenggat waktu yang ketat.

Konsep Unity of Sciences yang menjadi visi UIN Walisongo turut memengaruhi pendekatan akademiknya. Dalam penulisan tesis, Nazih memadukan ilmu pendidikan, teknologi, dan nilai-nilai agama sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi.

Selain berprestasi secara akademik, Nazih juga aktif dalam berbagai organisasi selama menempuh studi S-2. Ia tercatat pernah menjabat sebagai Koordinator Cakrawala Indonesia Bangkit (CIB) Pascasarjana UIN Walisongo, Wakil Bendahara IKA-PMII, Koordinator Pengembangan Organisasi ISNU, serta Relawan Masjid Berdampak Kementerian Agama RI.

Menanggapi anggapan bahwa keterlibatan organisasi dapat menurunkan prestasi akademik, Nazih menilai pandangan tersebut perlu diluruskan.

“Dengan manajemen waktu yang baik, kegiatan akademik dan organisasi dapat berjalan beriringan serta saling mendukung,” tegasnya.

Tak hanya berprestasi di dalam kampus, Nazih memperluas cakrawala keilmuannya melalui program Student Mobility ke Malaysia dan Singapura, serta aktif dalam berbagai konferensi internasional.

​Di balik kesuksesan tersebut, ia harus berjuang membagi waktu antara tanggung jawab akademik, amanah sebagai Awardee LPDP-BIB, hingga dedikasinya sebagai marbot masjid. Pengalaman ini membentuk kedisiplinan dan ketahanan pribadinya dalam menjalani peran ganda.

“Prestasi tidak semata-mata diukur dari capaian akademik, tetapi dari sejauh mana ilmu yang dimiliki dapat memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya sebagai pesan penutup bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya.


Penulis: Alan Tsalits Kholifatustsani(Kominfo HMJ PAI UIN Walisongo Semarang)

Terbaru Lebih lama

Related Posts